Sebuah cerita pengantar jendela inspirasi dan karya sesungguhnya

Jun 22, 2016

The Eyes 2 [SEASON 2]

No comments
Bab 2


Jam sekolah berlalu, hari ini benar benar menyenangkan. Awal masuk sekolah aku sudah banyak teman dan banyak di antara perempuan di sana mengatakan bahwa aku orang yang baik dan tampan, hal itu membuat aku agak BaPer. Bahkan teman pertama ku adalah perempuan namanya Issabele. Dia lahir di Amerika dan kemudian sekolah di jepang mulai dari SMP.
“aku pulang..” kata ku lalu masuk rumah.
“Oni-chan..” teriak Yomoii ketakutan.
“ada apa??? Hei! Kenapa kau memeluk ku????” kata ku agak kaget.

            Dia tidak menjawabnya hanya menunjukan ke lantai dan tiba tiba sesuatu terbang tinggi menuju arah kami.
“kecoaaaaaa” teriak ku dan kabur. Yomoii pun mengikuti ku dan masuk ke kamar Yamaii.
“Hei.. apa yang kalian lakukan!” kata Yamaii.
“itu.. ituuu..” kata Yomoii tergagap gagap.
“itu apa??” tanyanya penasaran.

            Tiba tiba kecoa itu masuk ke kamar Yamaii dan terbang menuju kasur Yamaii. Seketika Yamaii melompat menjauh dari sana dan kami malah bermain kejar kejaran dengan kecoa itu.
“Ratsu.. kau juga takut sama kecoa ya??” tanya Yamaii.
“iyaaaaaa” jawab ku.
“dasar cowo gak gunaaa..” kata Yamaii.
“gak guna.” Kata Yomoii mengulang kembali.
“Yomoii !! jangan loli di saat denting begini lahhh. kamu juga keliatan kece tapi rupanya takut kecoa.” kata ku panik.

           Tiba tiba pintu rumah terbuka dan sepertinya Yumeii pulang.
“aku pulang..” kata Yumeii.
“hei kalian ngapain lari lari ? kalau main jangan sampai membuat barang di rumah berantakan lah.” Kata yumeii lagi setelah melihat kami.
“kita gak main. Kamu gak lihat apa yang sedang mengejar kami?” kata ku.
“hmm ??” bingung Yumeii. Dia pun melihat dengan saksama apa yang sedang aku bicara kan.
“astaga ini doang.” Katanya lalu mengambil sandal dan,
“plakkk.” Bunyi sandal dan kecoa itu berhasil di bunuh, kami pun lega.
“iyah.. doang  -_- “ kata kukesal.
“One-chan, kamu tega sekali telah membunuh si mungil dengan sia sia. Kenapa tidak kau tangkap lalu kau goring ?? sepertinya enak.” Kata Yomoii dengan polos.
“-_-  Astaga.. kau boleh saja loli tapi gak sampe begini Moii.” Kata ku sambil menggetok kepalanya.
“oh ya, ngomong ngomong habis dari mana?” tanya ku.
" mau tahu aja" kata Yemaii.
" -.-  sialan.." kata ku.

             Hari demi hari berlalu aku semakin mengenal mereka. Yamaii si rambut biru memiliki sifat periang, dramatis dan agak jahil. Yemaii si pirang sangat mencintai yang namanya kedisiplinan dan apapun itu yang mengenai aturan hidup sopan santun. Yomoii si rambut hitam memiliki sifat pendiam dan loli. 

“Ratsu, aku titip Yomoii pada mu.  Aku di panggil oleh atasan ku untuk pergi mengajar di Amerika..” kata Yemaii.
“wah.. jadi dunia setan hampir mirip kayak manusia ya.” Kata ku yang agak heran.
“hantu..” kata Yomoii yang tiba tiba berdiri di depan ku dan mendekatkan wajahnya lalu menyipitkan matanya.
“hehehe.. iya hantu.” Kata ku.
“astaga Yomoii, jangan membuat Amaturastu kesulitan ya. Dasar bocah. Hahaa” kata Yemaii.
“aku bukan bocah, Yemaii-chan.” Katanya lalu menyipitkan mata dan mulutnya mulai mayun.
“astaga.. iyah iyah, aku pergi ya. Dahhh” katanya lalu pergi.
“ternyata dia bisa bersikap lembut ya. Haha” kata ku.

            Hari pun berganti, tak ku sangka ternyata mengurus Yomoii memanglah repot untung saja sedang libur Ujian Kelas 3 maka itu aku punya waktu sebulan untuk mengurusnya.  Hal yang paling ku benci adalah….

*Hari pertama.
“Yamaii tolong bantu aku menyuci pakaian Yomoii !” teriak ku dari jauh.
“astaga, kau jahat sekali aku baru saja pedicure, masa udah suruh nyuci.” Katanya lalu menghampiri ku.
“tapi masa aku menyuci pakaian dalam perempuan.” Kata ku mulai marah.
“kalau begitu tinggalkan saja.” Katanya dengan mudah.
“tapi semua pakaian dalam Yomoii telah habis terpakai.” Kata ku mulai greget.
“Onii-chan (kakak lk) apakah pakaian dalam ku telah siap.” Kata yomoii dengan polosnya yang tiba tiba muncul di belakang Yamaii hanya dengan menggunakan handuk kecil..
  
          Aku benar benar terkejut dan tiba tiba Yamaii menendang ku hingga jungkir balik .
“jangan lihat ke sini dasar mesum.” Katanya.
“aduh.. aku gak mesum!! Orang dia yang datang.” Kata ku mengelak..
“sudah sudah, Yomoii pergi ke kamar mu dulu nanti pakaian mu akan ke berikan pada Yamaii.” Kata ku lagi.

            Ini pertama kalinya aku menyuci pakaian dalam wanita. Sungguh memalukan. -_-

*hari kedua
“Yamaii tolong suapin Yomoii makan aku ingin menyapu.” Kata ku.
“aku kan lagi nge-pel” katanya.
“tapi kalau aku lagi nyapu kamu ngapain ikutinb aku di belakang dimana mana habis nyapu baru ngepel.” Kata ku.
“aku baru pertama kali biasanya Yemaii-chan. Baiklah aku yang nyapu, sini..” kata nya dan langsung menarik sapu nya.
“biar sekalian mesra mesraan.. jarang kan bisa nyuapin cewe. Hihihi..” katanya sambil menunjukan wajah mesumnya.
“dasar mesum.” Kata ku sambil menarik hidungnya
“adehhh.. dehh.. sakit WOI!! Jangan sok keren please..” kata nya.

            Hari ketiga, ke empat dan seterusnya Yamaii benar benar membuat pekerjaan ku semakin sulit. Tapi entah kenapa perlahan aku bisa merasakan ada hal yang sangat special yang ada pada Yomoii. Senyumnya, wajah polosnya, lolinya, walau tingkahnya seperti bocah usia 4 tahun. Apa ini yang namanya cinta ?

“tin tong…” bunyi bel rumah.
“iyah sebentar.” Kata ku lalu membuka pintu.
“issabele ?? ada apa ?” tanya ku.  Jujur sebenarnya agak kaget karena untuk apa dia datang ? tugas tidak ada dan intinya aku tidak ada hubungan atau pekerjaan dengan dia. Issabele adalah temen pertama ku di sekolah.

(percakapannya langsung ku translate ke bahasa Indonesia aja yah J )

“ehm.. hai, maaf ganggu lu ada waktu.” Tanyanya.
“hm.. lagi bersih bersih sihh cuman ada apa ya ?” tanya ku.
“cuman mau liat lu aja kok. Ehhh maksudnya mau mampir hehe.” Ceplosnya dengan wajah mulai merah.
“ohhh hehe, silahkan masuk.” Kata ku.
“rumah lu rapi juga ya, ini semua lu yang beresin ?” tanya nya.
“iyah hehe..” kata ku.
“ohh ya ngomong ngomong kayaknya lu lebih cakep kalau gak pake kacamata, cuman kalau lu pake kacamata keliatan lebih gimana aja gitu.” Katanya agak malu.
“ohh.. hehe” kata ku agak bingung.
   
         Sejujurnya Issabele bukan lah orang yang ramah pada cowo, dia selalu galak pada cowo. Teman sekelas ku bilang kalau dia menyukai ku dan sejujurnya issabele bisa di bilang orang nya berani maju untuk  mendapat kana pa yang dia inginkan dan agak posesif. Tapi dia adalah cewe terpopuler di angkatan ku.

@di pihak Issabele
“duh.. ni cowo kok dingin sih. Padahalkan gw udah kode. Gak pekaan banget sih.” Pikir issabele.
“tapi semakin lu begini lu malah keliatan semakin menantang  hahaha.. gw bakal dapetin lu apapun caranya.” Pikir issabele.

********

“ratsu, gw mau ngomong penting sama lu.” Katanya.
“apa?” jawab ku singkat.
“gw suka sama lu, gw mau lu jadi pacar gw. Gw mohon..” katanya dan menggenggam tangan ku.
“sorry tapi gw suka sama yang lain. Kalau gak ada urusan penting lain mending lu pulang aja gw mau beres beres. Sorry ya.” Kata ku dengan dingin.
“tapi…. Yaudah deh gw pulang. Tapi lu harus inget, suatu saat gw pasti akan menangin hati lu.” Katanya.

            Aku tak mengatakan apapun dan setelah dia keluar aku mulai melanjutkan pekerjaan ku. Tapi alangkah kagetnya saat aku berbalik badan ada Yomoii di belakang.
“Yomoii ? kamu ngapain di sini ?” tanya ku.
“tadi.. cewe itu.. suka sama kamu ya ? lalu siapa orang yang kamu bilang tadi ? maksud ku siapa orang yang kau sukai ?” katanya dengan tampang agak penasaran sekaligus agak berkaca kaca.
“ada deh.. bocah gak boleh tahu.” Kata ku sambil mengelus kepalanya lembut.
“ihhhh aku bukan bocah tahu.” Katanya lalu cemberut.
“hahaha iya deh, iyahh.” Jawab ku.
            Ternyata benar semakin dalam aku mengenalnya ternyata aku semakin sayang dengan Yomoii. Senyumnya dan lolinya, semua yang berasal darinya aku mencintai dan menyukainya apa adanya. Hingga aku mengira aku akan bersama dengannya selamanya.

(percakapannya langsung ku translate ke bahasa Indonesia aja yah J )

            “Ratsu, gw mau tanya hal penting sama lu. Ikut gw sekarang.” Katanya lalu menarik tangan ku begitu saja.
“lu apa apaan sih..” bentak ku.
“gw mau nanya beberapa hal ke lu, dan lu harus jawab!” pintanya.
“ehh.. lu gak berhak ya ngatur gw. Sebenarnya apa sih yang mau lu tanya.” Tanya ku.
“pertama, kenapa lu di rumah gak pernah pake kacamata padahal Min lu lumayan gede ?” tanyanya.
“ya suka suka gw lahh.” Kata ku.
“kedua, trus kenapa saat lu lepas kacamata, mata kuning lu becahayanya jauh lebih terang di banding saat lu pake kacamata ?” tanyanya.
“ya ampun. Lu lagi panas ya bele ? ngapain sih lu nanya hal gak penting dan gak perlu lu tanya gitu. Kalo soal mata gw ya gw gak tahu lahh.” Jawab ku.
“iyah juga sihh.. tau ahh, gw penasaran aja, trus di rumah ada orang selain lu gak sih ? soalnya pas gw ke rumah lu, lu sering lihat kea rah lain” tanya nya.
“ya gak lahhh. Udah ahh gak penting juga, gw sekarang jamnya gw latihan musik.” Kata ku lalu beranjak pergi.
“tapi siapa cewe yang lu suka? Orang itu kayak gimana? Apa yang buat lu berpaling dari gw? Siapa cewe itu?” teriak issabele dari jauh dan hal itu membuat ku berhenti.
“cewe itu.. dia special, dia ada yang lu gak punya dan yang lu punya dia ada. Lu jauh berbeda dengan dia dan gw sayang dia, tolong berhenti buat ngejer gw dan coba buka kehidupan lu yang baru.” Kata ku.
“sorry, tapi gw gak bisa. Gw gak akan relain lu sama cewe lain. Apa gw gak cukup buat lu bahagia ?” katanya.

            Aku tak menjawabnya dan segera pergi.

@pihak issabele.
“lihat aja Amaturatsu.  Gw gak akan nyerah, siapa pun cewe itu gw gak akan ngebiarin lu sama dia. Apapun caranya bakal gw lakuin, karena lu hanya milik gw.” kata issabele.


#Continuee...

by : WindyCiang


Maaf jika ada kesalahan kata atau kurang menarik. kami berterima kasih kepada readers karena telah setia menunggu dan membaca setiap update-an cerita dari kami. kami harap kalian suka dengan cerita THE EYES ini. thank youu ^-^


 gambar sumber dari google

No comments :

Post a Comment